Home » Berita dan Kegiatan » Begini Saat Motivator Rekor MURl ‘Bakar Semangat’ Pemuda di Labura

Begini Saat Motivator Rekor MURl ‘Bakar Semangat’ Pemuda di Labura

NA IX – X, (LK)

Seorang motivator besertifikat internasional tampil memukau dan ‘membakar’ semangat para pemuda dalam acara yang dilaksanakan di aula CV Fajar Dolpa Kelurahan Aek kota Batu Kecamatan Na IX-X, Jumat 15/2. Kegiatan yang diikuti lebih kurang seribu pelajar dan pemuda tersebut berlangsung sukses.

Hal itu dikatakan Ketua Panitia Seminar Nasional Character Building Rahmat Hidayat di Aek Kanopan, Minggu. “Antusias para pemuda dan pelajar pada acara yang dilaksanakan di aula Fajar Dolpa tersebut sangat besar. Terbukti, peserta bersemangat mengikuti acara yang berlangsung sekitar tiga jam itu. Tema yang diusung pada acara itu adalah Road Map to be The World Class Leader,” jelas alumni USU tersebut.

Dijelaskannya, figure yang tampil pada saat itu adalah Ketua Umum Wirausaha Muda Nusantara (WIMNUS) Syafii Efendi yang sudah meraih penghargaan sebagai trainer dan motivator muda Indonesia. Narasumber juga pemegang MURI untuk penyelenggara event terpadat.

Syafii Efendi pada acara itu menegaskan bahwa generasi milenial merupakan kekuatan dahsyat. Untuk itu, pria kelahiran Perbaungan 27 tahun silam itu mengajak para generasi muda agar jangan tertindas oleh kemajuan teknologi zaman.

“ Saya ingin mengatakan, perubahan adalah tuntutan. Teknologi akan menggantikan peran manusia. Bahkan di Negara maju, fungsi driver (sopir) akan digantikan teknologi otomatis. Ini akan menjadi ancaman bagi kalian,” ujar penulis sejumlah buku best seller seperti My Enemy is Me, Untuk Indonesia, Better Life with Action, Nikah Muda Nikah Kaya dan Manager Your Money itu.

Karena itulah, pria yang mendapat sertifikat International Coach dari Amerika Serikat itu menekankan para generasi muda agar menjadi pelaku usaha. Apalagi, jelasnya, selain kemajuan teknologi, mereka juga dihadapkan dengan ancaman tenaga kerja asing.

“ Itulah kenapa kita harus membangun karakter sukses mulai sekarang,” sebutnya seraya menjelaskan bahwa hal itu bukan hal mudah. Diperlukan sikap mental untuk mengubah kebiasaan tidak baik yang dilakukan selama ini.

“ Kuliah itu memang penting. Namun yang lebih penting adalah membentuk karakter sukses diri sendiri. Rata-rata di Indonesia, 90 persen orang lanjut usia masih bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Untuk itulah perlunya mandiri secara ekonomi,” sebutnya.

Sebelum mengakhiri paparannya, pria yang pernah DO dari salah satu universitas negeri di Medan itu menyampaikan, anak muda harus kaya. “Anak muda jangan pacaran dulu. Anak muda harus memimpin negeri ini. Negeri ini butuh anak-anak muda yang siap membawa Indonesia mandiri. Dan perubahan itu dimulai dengan tiga hal yaitu Paksa, Bisa dan Terbiasa,” pungkasnya. (LK/Diskominfo)