Home » Berita dan Kegiatan » Duka Rohingya Dirasakan Pelajar Labura

Duka Rohingya Dirasakan Pelajar Labura

Pembantaian terhadap etnis Rohingya oleh pasukan pemerintah Myanmar telah menjadi perhatian masyarakat internasional. Tindakan sadis dan brutal di luar kemanusiaan yang dirasakan etnis Rohingya di wilayah Arakan, bagian dari Rakhine kawasan Myanmar Barat, menggugah empati masyarakat dunia akan pelanggaran HAM berat tersebut.

Sebagai bentuk rasa kemanusiaan, SD Muhammadiyah 1 Aekkanopan Kec. Kualuh Hulu menggalang dana untuk membantu derita Rohingya, Kamis (7/9) di Jalinsum depan sekolah

“Atas nama kemanusiaan, pelajar SD Muhammadiyah 1 Aekkanopan menunjukkan solidaritas dengan menggalang dana si depan sekolah,” kata Rudi Candra Simbolon, guru di sekolah itu.

Dikatakannya, para pelajar membuktikan rasa kepeduliannya terhadap penderitaan yang mereka saksikan di berbagai media. Rudi mengajak agar masyarakat berupaya sesuai dengan kemampuan membantu Rohingya yang tertindas.

“Hendaknya para pejabat di dunia jangan pura-pura tidak dengar, dan jangan pura-pura tidak tahu akan kebiadaban pembantaian itu. Kita jangan kalah peduli dengan siswa SD,” tambahnya.

Di tempat terpisah, siswa MA Al-Washliyah Marbau juga menggalang dana untuk Rohingya. Aksi kemanusiaan yang diprakarsai BKPRMI Kec. Marbau ini disambut para siswa dengan antusias.

“Setelah dari sekolah ini, rencananya kami akan ke SMAN 1 Marbau, SMK 1 dan SMK 2 Al-Washliyah, juga ke MTs Al-Washliyah Marbau. Ini sebagai ungkapan duka untuk Rohingya,” kata Andrian Syahputra, Komandan Brigade BKPRMI Kec. Marbau.