Home » Berita dan Kegiatan » Gotong Royong di Aek Kanopan Timur, Terapkan Filosofi “Marsipature Hutana Be”

Gotong Royong di Aek Kanopan Timur, Terapkan Filosofi “Marsipature Hutana Be”

“Marsipature Hutana Be”, demikian slogan Pemerintah Sumatera Utara di era Gubernur Raja Inal Siregar. Slogan berbahasa Batak yang berarti ‘saling membangun kampung masing-masing’ ini menyiratkan akan pentingnya kebersamaan dan gotong royong setiap warga dalam memajukan setiap tempat, baik dusun, desa/kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten.

Budaya gotong royong yang merupakan ciri khas Indonesia, tetap lestari di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Banyak desa maupun kelurahan di kabupaten yang kaya akan sawit dan karet ini menggalakkan gotong royong pada hari-hari tertentu, seumpama di hari Jumat.

Seiring berkembangnya zaman, semangat gotong royong kian hari kian berkurang di tengah masyarakat di beberapa tempat. Padahal gotong royong bukan sekedar mencakup kegiatan sosiologis dan sikap etis, tetapi juga mempunyai aspek ideologis. Sehingga semestinya nilai gotong royong terus melekat dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

“Kami bersama warga Lingkungan X dan XI Kelurahan Aek Kanopan Timur bersama-sama memperbaiki jembatan penghubung antar lingkungan tersebut. Kami mengapresiasi warga akan sikap kepedulian, kebersamaan, dan kecintaan terhadap kampung sendiri,” kata Bambang Ardiansyah SPd, Lurah Aek Kanopan Timur, usai memperbaiki jembatan penghubung, Kamis (22/6)

Bangsa Indonesia dapat berkembang menjadi bangsa yang besar melalui semangat bergotong royong dari warganya sehingga budaya gotong royong telah menjadi tradisi sebagai budaya warisan leluhur yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia.

“Walau arus modernisasi dan globalisasi dikhawatirkan menggerus budaya gotong royong, namun kita berharap budaya gotong royong tetap lestari karena bisa mempererat persatuan, persaudaraan, dan meminimalisir sikap egoisme,” kata Kadiskominfo Drs. Sugeng, melalui Kabid Komunikasi Informasi Publik Diskominfo Eko Suhendro ST. (Hariansyah)

Keterangan Gambar :
Lurah Aek Kanopan Timur, Seklur, Kepling, dan warga bersama-sama memperbaiki jembatan penghubung antar lingkungan