Home » Berita dan Kegiatan » Halal Bihalal Pemkab Labura, 170 Orang Diangkat Menjadi CPNS

Halal Bihalal Pemkab Labura, 170 Orang Diangkat Menjadi CPNS

Sebanyak 170 pegawai yang telah bertugas di wilayah pemkab Labura diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). 170 orang itu terdiri dari 18 orang penyuluh pertanian dan dari Bidan PTT 152. Penyerahan SK CPNS diberikan secara simbolis kepada penyuluh pertanian Bidan PTT yang langsung di serahkan Bupati Labuhanbatu Utara H. Kharuddin Syah, SE di acara Halal Bihalal Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara yang di laksanakan di Halaman Kantor Bupati Labura, Selasa 11/7.

Dalam acara halal bihalal itu, di hadiri para Organisasi masyarakat yakni Pemuda Pancasila (PP), KNPI, FKPPI, FKUB ,dan para Unsur pimpinana SKPD, serta Uspika dan organisasi lainnya.

“Dengan halal bihalal ini kita tingkatkan silaturahmi dan nilai-nilai Aqidah menuju insan yang bertakwa kepada Allah SWT “ujar Bupati Labura H. Kharuddin Syah SE.

Bupati mengaku bahagia karena para undangan banyak yang hadir, seperti tokoh-tokoh pemuda dan tokoh agama. Bupati juga menyinggung mengenai hari jadi pemkab Labura yang ke-9 tahun pada 21 Juli nanti yang akan dimeriahkan dengan berbagai kegiatan dan hiburan.

“Pembangunan di Labura ini dapat kita rasakan, dan saya merasa bangga terhadap masyarakat Labura yang telah mendukung dan berjuang sehingga pemekaran jadi kabupten Labura dapat kita nikmati bersama bahkan kantor bupati ini dulu nya adalah kebun sawit dan sekarang telah nampak hasil pemekaran itu. Atas nama pemerintah dan pribadi, jika ada sikap dan ucapan yang tidak tepat dan tidak mengenakkan saya mohon maaf kepada masyarakat dan pemerintahan kabupaten Labura” Kata Kharuddin Syah.

“Para pegawai yang baru diangkat menjadi CPNS jangan lupa kepada Allah SWT, jangan suka mengeluh, dan jangan lupa dengan nazarnya bagi yang bernazar. Dengan halal bihalal ini mari kita tingkatkan silaturahmi. Jangan paksakan orang cocok sama mu tapi cocok kan dirimu dengan orang Lain. Ada saudara kandung seperti orang orang lain, tapi ada juga orang lain seperti saudara kandung, itulah silaturahim, dan belum ada sejarahnya orang dermawan menjadi miskin.” Ungkap Ustad Abdi Muhadil Ritonga M.Pd.I dalam tausiahnya pada acara itu.