Home » Berita dan Kegiatan » Kepedulian Yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Kepedulian Yang Tak Kenal Waktu dan Tempat

Sensitifitas seorang pemimpin sangat diperlukan dalam mengelola kebijakan pemerintahan daerah, termasuk perhatian dan kepedulian terhadap masyarakat miskin dan dhuafa tentu menjadi perioritas tugas yang diemban.

Hal itulah yang ditunjukkan oleh Bupati Labuhanbatu Utara (Labura), Sumatera Utara, Kharuddin Syah,SE yang akrab disapa Bang Buyung dalam perjalannya meninjau persiapan MTQ di Kualuh Hilir, Labura, Rabu (12/4/2017) Kemarin siang.

Bang Buyung tiba-tiba menyuruh supir pribadinya memberhentikan mobil yang ditumpanginya, karena melihat seorang laki-laki tua renta (73 tahun) di pinggir jalan menggunakan tongkat. Rombongan Bupati pun heran melihat sikap orang nomor satu di Labura itu.

“Pak Bupati secara mendadak berhenti, kami mengira mobil mogok atau ada yang darurat, beliau turun menyapa warga, lalu memberikan bantuan,” kata Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Labura, Hendry Sitorus, yang ikut dalam rombongan tersebut.

Hendry mengatakan, bupati Labura punya jiwa sosial yang tinggi dan empati bagi masyarakat yang tak mampu. Kejadian itu, lanjutnya, sering dilakukan Buyung di tempat yang berbeda.

“Salut buat Bapak Bupati Labura,” tutup Hendry, yang mengaku beberapa kali ikut dalam rombongan Buyung melaksanakan kunjungan kerja di Labura.

Sikap kepedulian sang pemimpin ini tidak cuma hanya di Labura di lakukannya, bahkan dimana pun beliau berkunjung. Mungkin masyarakat Sumatera Utara sudah tidak asing dengan sapaan Bang Buyung yang dermawan dan peduli.

Jiwa sosial yang sangat tinggi di junjungnya, beliau selalu menyempatkan berhenti dan menghampiri para pedagang pinggiran, disaat perjalanan beliau menuju Kota Medan dan ke kota lainnya.

“Kepedulian Pak Bupati memang sangat tinggi, bahkan dimana pun beliau berada”, ungkap Agus Ajudan Pribadi Kharuddin Syah.