Home » Berita dan Kegiatan » Komben Dayung, Alat Tradisionalis Kek Kasimin di Musim Panen

Komben Dayung, Alat Tradisionalis Kek Kasimin di Musim Panen

Musim panen periode Oktober-Januari sedang berlangsung di Desa Sidua-dua Kec. Kualuh Selatan Kab. Labuhanbatu Utara yang merupakan desa dengan areal sawah terluas di kecamatan tersebut. Selain sawit dan karet, padi merupakan komoditas pertanian terpenting di kawasan ini.

Seperti biasa, para petani memanen padi dengan menggunakan mesin, dan sebagian dengan cara ‘manual’ membanting padi dengan tenaga manusia. Namun tidak demikian dengan keluarga Kasimin (65). Kakek dengan cucu 23 dari 8 orang anaknya ini bersama istri dan putra bungsunya memisahkan bulir-bulir padi dengan alat komben dayung.

“Dalam setengah hari, kami memisahkan bulir-bulir padi dengan alat komben dayung sebanyak 4 goni urea,” ujar Kasimin yang memiliki areal persawahan 7 rante, Jumat (20/1).

Kasimin dibantu istrinya, Rasmini (54) bergantian mengambil rumpun pohon padi yang telah diarit. Sedangkan Dedi Setyawan (22), putra bungsu mereka bertugas mendayung untuk pemisahan bulir-bulir padi.

“Di desa ini hanya kami yang menggunakan alat seperti ini. Hitung-hitung menghemat pengeluaran,” ujar Dedi yang juga bekerja di Dinas Pemadam Kebakaran Kab. Labura.

Kepala Desa Sidua-dua, S Hidayat mengatakan bahwa musim panen tahun ini cenderung berhasil. Areal persawahan di desa tersebut dengan luas 408.592 hektare milik pemerintah dan ratusan hektare milik masyarakat, menjadi sumber pendapatan masyarakat berupa padi.

“Padi sawah kali ini lumayan. Semoga ke depan lebih baik lagi,” kata Hidayat yang menerapkan gotong royong setiap Jumat pagi di desanya. (Hariansyah Labura)