Home » Berita dan Kegiatan » Peringati Nuzulul Qur’an, Pemkab Labura Hadirkan Novelis Ayat-Ayat Cinta

Peringati Nuzulul Qur’an, Pemkab Labura Hadirkan Novelis Ayat-Ayat Cinta

Untuk membangun rohani dan kecintaan Ummat Islam kepada Kitab Suci, Pemkab Labura mengundang penulis novel pembangunan jiwa terkenal, Habiburrahman El Shirazy Lc MA dan Muhammad Syafii Pasaribu di Mesjid Raya Al-Aman Aek Kanopan, Minggu (18/6) pada acara peringatan Nuzulul Quran yang dihadiri Bupati Labura, Wabup, Sekdakab, DPRD, Pimpinan SKPD, OKP, serta ratusan masyarakat dan undangan.

Wabup Labura dalam sambutannya mengucapkan terima kasih atas antusias warga Labura yang hadir pada acara tersebut. Wabup juga mengajak kaum muslimin untuk mengamalkan nilai-nilai kebaikan yang terdapat dalam Alquran.

Dalam ceramahnya, Habiburrahman El Shirazy Lc MA, 41, penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan telah dibuat versi filmnya pada 2004 yang diminati tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan, Australia, dan Komunitas Muslim di Amerika Serikat, memotivasi para undangan untuk tetap konsisten berpegang pada Alquran. El Shirazy yang akrab disapa Kang Abik ini berkeyakinan, Kabupaten Labura maupun negeri mana saja akan mendapat barokah dari Allah, jika rumah-rumah muslim Labura selalu terdengar lantunan Alquran.

“Kita punya satu kekuatan yaitu Alquran. Tingkatkan kualitas interaksi dengan Alquran dengan menghayati, memahami dan mengamalkan, agar kabupaten ini diberkahi oleh Allah,” ujar El Shirazy yang juga dikenal sebagai sutradara, dai, penyair, sastrawan, pimpinan pesantren, dan penceramah.

Dikatakannya, perubahan seseorang ke arah yang lebih baik bisa datang dengan berbagai cara. Pada saat El Shirazy berkunjung ke Amerika, diceritakan bahwa terdapat seorang mahasiswi muslim asal Indonesia yang tampak tidak peduli dengan agamanya, tidak shalat, dan terlihat ingin bebas. Di kelasnya, hanya wanita ini yang beragama Islam. Teman sekelasnya yang berpandangan bahwa Islam adalah agama kekerasan, terorisme, dan kebodohan mulai bertanya pada wanita tersebut.

“Walau dia terlihat ingin bebas, namun hatinya ingin menjelaskan bahwa Islam tidak demikian. Akhirnya dia pergi ke Islamic Center dan berdiskusi. Setelah itu dia memberikan jawaban logis kepada teman-temanya tentang pandangan buruk mereka pada Islam. Karena sering berinteraksi dengan Islamic Center, akhirnya ini menjadi awal perubahan drastis wanita tersebut. Walau alumni Amerika, namun pulang ke Indonesia malah tampil lebih agamis,” jelas El Shirazi yang pernah meraih berbagai prestasi seperti Pena Award 2005, The Most Favorite Book and Writer 2005 dan IBF Award 2006.

Efek tulisan dari penulis non fiksi kenamaan ini di antaranya motivasi bagi mahasiswa yang nyaris putus kuliah untuk tetap kuliah, menambah sikap kepedulian kepada keislaman, serta wawasan seputar peradaban.

“Saya pernah menjadi moderator saat Kang Abik mengisi acara di Medan. Tamu yang hadir membludak. Tulisan Kang Abik sangat menginspirasi, terlebih kepada mahasiswa,” kata Ahmad Sampurna MA, ketua PD Al-Washliyah Labura yang juga Kadis Sosial Labura.

Walau Kang Abik sudah mendapat banyak materi dari hasil karyanya yang berjudul Ayat-Ayat Cinta dan dari buku-bukunya yang lain, namun menggali potensi dan berbagi ilmu tetap dilakoni Kang Abik.

“Selain buku fiksi, ada juga rencana menulis tulisan ilmiah,” kata Kang Abik yang menulis buku Api Tauhid dengan latar belakang negeri Turki.

Sementara itu, Muhammad Syafii Pasaribu dalam ceramahnya mengajak kaum muslimin untuk mengamalkan Alquran dan saling membantu dengan sesama.

Keterangan Gambar:
Bupati Labura bersama Wabup foto bersama Habiburrahman El Shirazy Lc MA dan Muhammad Syafii Pasaribu serta masyarakat usai acara acara peringatan Nuzulul Quran