Home » Berita dan Kegiatan » Punggahan, Tradisi Warga Sukajadi Tengah Desa Pulo Dogom Sambut Ramadhan

Punggahan, Tradisi Warga Sukajadi Tengah Desa Pulo Dogom Sambut Ramadhan

Indonesia dengan jumlah muslim terbesar di dunia, kaya akan budaya bernuansa agama. Ragam tradisi dari berbagai suku dalam mengungkapkan rasa bahagia menyambut Ramadhan mulia, akan terlihat di hampir seluruh belahan nusantara. Seperti ‘munggahan’ di tanah Pasundan, ‘meugang’ di bumi Rencong, ‘megibung’ oleh muslim Bali di Pulau Dewata, dan lain sebagainya.

Di Dusun IX Sukajadi Tengah Desa Pulo Dogom Kecamatan Kualuh Hulu Kab. Labuhanbatu Utara, juga memiliki tradisi yang hampir sama. Masyarakat akan membawa makanan dan berkumpul di Mesjid Nurul Hikmah di kampung itu. Setelah shalat maghrib malam pertama Ramadhan, para orang tua, remaja, dan anak-anak akan duduk bersama sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, saling memaafkan dan membersihkan hati kepada tetangga dan sesama, serta menyantap hidangan bersama-sama untuk meningkatkan solidaritas warga. Acara tersebut dipimpin oleh tokoh agama di kampung itu.

“Tradisi ini kami sebut dengan punggahan. Selain makan bersama untuk meningkatkan solidaritas dan mempererat tali silaturahmi, tak lupa warga juga akan mengajak serta anak yatim di dusun ini,” kata Sulaiman, Kepala Dusun IX Sukajadi Tengah Desa Pulo Dogom, Minggu (28/5).

Punggahan yang berasal dari kata ‘munggah’ berarti ‘naik’, diharap mampu menaikkan derajat warga Dusun IX Sukajadi Tengah dalam menghadapi bulan puasa, baik secara lahiriyah dan batiniyah. Secara lahiriyah misalnya, harus menahan diri dari rasa haus dan lapar, serta jadwal makan berubah dari biasanya. Hal ini diharap juga berubah dalam pemikiran, ibadah, sikap hidup dan lain-lain yang tentunya ke arah yang lebih baik.

“Tradisi punggahan di kampung ini telah berlangsung dari dulu sebagai ungkapan rasa syukur kepada Allah dalam menyambut bulan Ramadhan. Jika di tempat lain punggahan berlangsung sehari atau dua hari sebelum Ramadhan, di sini punggahan berlangsung di malam pertama Ramadhan. Setelah makan bersama, dilanjutkan dengan shalat isya dan tarawih berjamaah,” kata Hendra Aryansyah, 31, Dusun IX Sukajadi Tengah.

Sebelumnya, warga juga mandi pangir yang berasal dari jeruk purut, pandan wangi dan bahan-bahan lain untuk membersihkan diri baik lahiriah dan batiniah menyambut Ramadhan.
(Hariansyah)